Minggu, 18 Agustus 2013

My Life Is My Adventure

Alhamdulillah, Segala Puji bagi Allah, Karena dengan rahmat-NYa saya bisa jadi seperti ini. Dan saya ucapkan banyak sekali terima kasih orang tua, teman-teman dan guru-guru dari sekolahku tercinta SMP Negeri 2 Demak. Disinilah aku banyak sekali mengukirkan sejarah, dan semoga saja tidak akan dilupakan. Setelah mengikuti banyak kegiatan di sekolah ini banyak yang tercapai, mulai dari Pramuka, OSIs, Basket, Matematika, hingga IPS.

Kenapa saya pilih pramuka? karena pramuka adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, karena kegiatan ini berinteraksi dengan alam, dan banyak yang terkandung di dalamnya. Mulai dari Baris-Berbaris, membuat kemah, jelajah, P3K. Jadi misalkan pergi jauh-jauh nggak bakalan nyasar pulang ke rumah. Anak pramuka itu hanya menggunakan tongkat, tali sebagai senjata utamanya, serta kompas sebagai penunjuk arahnya. Pokoknya seru lah. Mungkin pramuka terasa seru setelah aku bersama teman-teman satu tim pramuka berhasil mendapatkan gelar sebagai tim tergiat pertama pada Jamran 2012, serta sebagi tim tergiat ketiga pada LT 3 penggalang. Itu adalah salah satu buah petualanganku.

Petualanganku tidak hanya itu, selain berpetualang di alam bebas, tidak lupa juga berkiprah di dunia OSIs. Banyak yang menulis Yah, walaupun membosankan tapi melalui Organisasi ini aku bisa menjadi lebih dewasa, serta berkeliling ke sana kemari. Dan banyak hal yang tak kan terlupakan. Kerana dengan OSIs juga lah aku bisa menginap di Hotel bintang lima Lor In  di Solo. Maklumlah, namanya juga nggak pernah menginap di hotel bintang lima jadi dibangga-banggainlah hehe ^_^. kegiatan OSIs juga tidak melupakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, juga mempedulikan wilayah Demak dengan menanam mangrove di moro Demak. pengalamnku di Osis tidak akan terlupakan.

Sejak aku masuk ke sekolahku tercinta ini akusuka seklai dengan bola basket. Maka aku pun ikut tim sekolah, sudah banyak kejuaraan yang aku ikuti bersama dengan tim. Rasanya bertanding dengan tim-tim sekolah lain terasa menyenangkan dan sangat seru sekali. Banyak suka dan duka yang dialami oleh tim ini. Aku pun merasa senang bisa masuk tim ini. Dari cara bekerja sama defence maupun offence, posisiku adalah sebagai "Point Guard". Aku berada di posisi ini karena memang ukuran tubuhku yang kecil, dan juga kemampuan dribble yang lebih dibandingkan yang lebih tinggi. Teatapi memang ada yang dribble lebih baik dariku. Tapi aku sangat menikmati berada di tim ini.

Aku sebenernya adalah anak yang suka matematika sejak kecil. Karena menurutku matematika itu tidak banyak menghafal, sejak kecil aku ingin sekali jadi ahli matematika. Jadi aku menjajal bakatku di ekstra matematika di sekolah tercinta ini. setelah diseleksi aku berhasil mencapai 5 besar. Tujuan diseleksi ini adalah untuk mengikuti OSN. Saat mencapai 2 besar, aku sangat berjuang mati-matian. Karena inilah yang akan menentukan aku akan mewakili sekolah atau gagal. Aku belajar dan berdoa sunguh-sungguh, aku berharap sekali ingin mewakili sekolah. Tapi setelah berusaha sungguh-sungguh aku pun gagal mewakili sekolah. Dan akhirnya temanku lah yang menjadi wakil dari sekolah. Aku sungguh sangat menyesal sekali, karena saat itu aku berpikir aku akan gagal. Dan ternyata itu benar, dan mimpiku tidak bisa terwujud kali ini.

Aku hanya bisa bersabar dan bersabar, dan aku berusaha menerima keadaan bahwa aku gagal. Tapi saat itulah seorang malaikat datang kepadaku, yaitu guru IPS ku. Ia mengajakku untuk mau mengikuti lomba OSN cabang IPS. Saat itu aku berkata pada diriku sendiri, "Aku ikuti sajalah daripada aku tidak ikut apa-apa". Aku diberi banyak soal-soal  oleh guruku. Walaupun guruku tidak membimbing aku tetap belajar sendiri di rumah. Aku mulai mencari-cari semua buku IPS yang ada di rumahku dan di sekolah. Yah, persiapanku mengikuti OSN IPS ini sangat minim, aku harus mulai dari nol. Hanya sekitar satu minggu aku belajar. Dan aku hanya berbekal pengetahuanku selama ini. Aku pusing tujuh keliling saat mengerjakan soal OSN IPS kabupaten, banyak yang tidak aku ketahui jawabnannya, banyak pula yang kukerjakan dengan ngawur. Aku hanya bisa pasrah dengan kemampuan yang aku punya. Wajar saja, aku yang semula anak matematika kini banting stir ke IPS. Aku memang tidak suka hafalan. Tapi betapa terkejutnya saat aku mendengar pengumuman hasil OSN Kabupaten, aku sangat terkejut ternyata aku bisa lolos menuju provinsi, betapa terkejutnya lagi aku meraih peringkat pertama di kabupaten, dan aku sangat terkejut lagi untuk ketiga kalinya aku masuk passing grade. Ini merupakan hal yang sangat mengejutkan, aku tidak percaya bahwa aku bisa melaju lomba ke provinsi dengan hasil yang baik. Aku pun segera melakukan sujud syukur saat mendengarnya.

Aku masih tidak percaya bisa masuk passing grade, aku segera memenuhi surat panggilan dari dinas pendidikan provinsi. Dan aku menjalani pembimbingan,dari sinilah aku mengetahui banyak tentang IPS. Dan disinilah aku mengubah pandanganku tentang IPS, dulu aku beranggapan bahwa IPS itu hanya hafalan, tetapi mulai dari ini aku mengubah pandanganku bahwa IPS bukan hanya sekedar dihafal tetapi dipahami. Aku berada di Camp ini mulai dari tgl 8-11 April 2013. Banyak yang kualami disini, aku mendapatkan banyak ilmu dan juga tentang pelajaran hidup. Disini aku bertemu dengan pemuda-pemuda hebat. Dan ada salah satu dari mereka yang menjadi sahabatku, yaitu Faisal, Rika (ini nama cowok), dan juga Viyan, Dias dan masih banyak lagi.

Setelah aku dilatih di camp ini, kami para passing grade berangkat ke Donohudan di Boyolali pada tanggal 12 April 2013. Disinilah medan tempur yang sesungguhnya, medan tempur yang akan mengubahku selama dua hari pada tanggal 12-13 April 2013. Disini banyak sekali pengalaman-pengalaman yang tidak akan pernah kulupakan. Di hari pertama kami datang langsung mengambil kamar, setelah kami masuk kamar kami langsung beristirahat setelah perjalanan. Disinilah kejadian yang seru, ternyata kami para passing grade salah kamar. Harusnya kami menempati kamar di lantai dua, tetapi malah menempati lantai 1. Kami segera membereskan kembali barang-barang kami. Aku yang belum membuka barang-barangku membantu temanku membereskan barang-barang temanku yang sudah dikeluarkan. Semua anak passing grade sudah menuju lantai 2, aku berada di barisan paling akhir setelah membantu temanku. Tak disangka-sangka, ternyata Sudah ada yang menunggu masuk ke kamar ini, dan kamar ini diperuntukkan bagi perempuan, aku pun hanya bisa kebingungan dan menahan malu, malu karena dilihat oleh beberapa gadis.

Tanpa pikir panjang, aku terus mengikuti temanku ke lantai 2. Kami segera masuk ke kamar dan meletakkan barang kami, akhirnya kami bisa beristirahat dengan tenang di kamar ini. Di kamar ini aku kembali mempelajari sekilas apa yang sudah diajarkan di Camp. Di malam harinya aku mencari kontingen dari sekolahku, dari sekolahku keempat cabang yaitu Fisika, Biologi, Matematika, dan IPS walaupun tidak bisa passing grade sepertiku. Aku segera mencari temanku satu sekolah yaitu Syadid, dia mewakili bidang Biologi. Dia yang telah memberiku semangat, dan dia juga lah salah satu sahabat terbaikku, dia yang menemaniku dikala susah dan senang. Dia adalah salah satu orang yang kupercayai.

Setelah bertemu dengannya, aku segera kembali ke lantai dua aku tidur. Tak lupa bangun untuk solat malam, aku meminta bantuan kepada Allah untuk memberi kemudahan kepadaku. Aku menaruh banyak harapan di OSN IPS ini, karena aku telah menyadari jalanku bukan di matematika tetapi IPS.

Pagi harinya, aku bersiap-siap untuk mengikuti lomba, aku mempersiapkan semua yang kubutuhkan untuk lomba ini. Setelah semua siap, aku segera menuju ruang pertempuran. Tak disangka, anak  perempuan yang kemarin tersenyum-senyum melihatku kebingungan ternyata duduk dibelakangku. Aku diajak bicara oleh pendampingnya, dan dia memperkenalkanku padanya. Aku cuma tersenyum kepadanya, dan dia juga tersenyum kepadaku.

Saat pertempuran dimulai, aku mencoba untuk fokus ke soal yang sedang kuhadapi. Diluar perhitunganku, soal-soal yang kuhadapi sangatlah sulit, aku terus mencoba untuk menjawabnya. Kepalaku yang sudah pusing karena perjalanan kemarin fitambah pusing dengan soal-soal yang kuhadapi. Setelah waktu habis aku hanya bisa pasrah. Aku segera kembali ke kamar dan mempersiapkan barang-barang untuk pulang. Aku segera menemui kawan satu sekolahku, juga dengan guruku. Kami segera pulang ke Demak, Ditengah perjalanan guruku berkata "Jika kamu gagal itu kesalahan saya, jika kamu berhasil itu keberhasilanmu. Karena aku tidak pernah membimbingmu". Dan dia juga berkata kepadaku "Jika Kamu lolos maka kamu akan menjadi anak pertama di SMP 2 Demak yang menembus OSN Nasional". Tetapi aku hanya bisa pasrah kepada Allah atas usaha yang kulakukan.

Setelah beberapa minggu dari lomba yang kulakukan, temanku berkata kepadaku "Selamat Ilmi, Kamu lolos ke Nasional". Aku segera mengecek di internet, dan ternyata benar. Aku spontan melakukan sujud syukur, dan malam itu pula aku susah tidur karena lolos ke Nasional.

Setelah undangan datang ke sekolah , aku segera berangkat ke Camp lagi selama dua minggu. Di sini aku benar merasakan sebuah keluarga kedua setelah keluargaku sendiri. Kami melakukan kegiatan dari pagi hingga tidur bersama selama dua minggu. Di Camp ini pula ada sebuah pesan yang datang kepadaku, dan ternyata berasal dari anak yang duduk dibelakangku waktu OSN Provinsi. Aku menyambutnya dengan baik, dan dia memberi semangat kepadaku. Aku merasa ada sebuah motivasi yang merasuk tubuhku. Aku berusaha untuk fokus ke OSN Nasional.

Setelah tiba hari pertempuran Nasional, aku meminta ijin kepada orangtuaku untuk berangkat ke Batam. Disanalah OSN Nasional dilaksanakan, dan disanalah sebuah pertempuran besar terjadi. Aku berjuang sekuatku dan semampuku. Setelah berusaha semampuku aku tidak lupa untuk berdoa.

Dan tibalah waktu pengumuman, jantungku berdegup kencang saat menunggu hasil pengumuman. Yang pertama diumumkan adalah perunggu, terdapat 15 tempat untuk perunggu. Jantungku seperti digedor-gedor saat mendengarkan pengumumuman. Hatiku kecewa saat perunggu terakhir disebutkan dan ternyata bukan aku.

Aku pun berdoa kepda Allah, semoga ada kesempatan di perak. Peluang perak ada 10 tempat, Jantungku terasa melompat-lompat saat diumumkan. Dan akhirnya saat disebut "Mochamad Ilmi Hudaya", spontan aku sujud syukur dengan keras sekali hingga kepalaku terasa sakit. Dengan cepat aku berlari menuju panggung utama. Aku menangis terharu saat medali perak dikalungkan ke leherku. Aku tidak menyangka bisa berjuang sejauh ini, dengan medali ini orangtuaku akan merasa bahagia. Medali itu aku pakai terus walaupun tidur hingga keesokan harinya. Pagi harinya lami kontingen Jawa Tengah pulang dengan predikat juara umum. Setelah sampai di semarang, aku mengucapkan salam jumpa kepada kawan-kawan seperjuanganku.

Sesampainya di rumah aku langsung menyambar ayahku, kupeluk dia dan kukalungkan medaliku di leher adikku. Aku merasa senang sekali, dan pengalaman yang tidak akan Aku lupakan.

Beberapa minggu setelah momen tak terlupakan itu, Gadis yang duduk di sebelahku menghubungiku. Dia menanyakan kepadaku tentang juara berapa aku ini. Dan aku mmengatakan kepadanya "Perak". Dan kami seling mengingat kejadian OSN Provinsi. Dan satat mengenang itulah aku berkata pada diriku sendiri. " Seandainya aku lolos seleksi matematika, aku tidak akan masuk IPS dan tidak akan jadi seperti ini.

Kami saling bertukar pikiran tentang dri masin-masing. dia memberiku banyak motivasi. Aku merasa beruntung pernah mengenalnya. Hidupku berubah setlah aku mengenalnyaDan dia menjadi sahabat baik walau kami tidak pernah mengobrol secara langsung. Kami hanya berhubungan lewat FB dan SMS. Kami hanya bisa berhubungan saat liburan dan dua minggu sekali. Walau begitu aku selalu menunggunya.

Ada satu hal yang aku pegang teguh dan membuatku jadi seperti ini.  "Janganlah Menyerah, Allah akan menunjukkan jalan yang terbaik untuk kita".


No Nickname - Ilmi Hudaya